wisata halal bali
Travel Knowledgebase

Wisata Halal Bali: Konsep dan Strategi Membranding Wisata di Bali

Kampanye wisata halal terus digencarkan oleh berbagai macam pihak. Diadakannya konsep wisata halal untuk mengakomodir kebutuhan muslim terkait kehalalan sebuah produk khususnya makanan. Salah satu yang wilayah yang ikut serta dalam branding ini adalah wisata halal Bali.

Siapa yang tidak mengenal Bali? Daerah yang disebut sebagai pulau dewata ini sering menjadi dambaan wisata para pecinta travelling.

Bahkan ada yang merasa bahwa tidak lengkap jalan-jalan bila tidak mencoba Bali. Keindahan Bali khususnya di daerah pantai menjadi daya tarik setiap wisatawan yang berkunjung baik lokal maupun asing.

Mengingat mayoritas agama di Bali adalah Hindu maka ini menjadi “PR” bagi umat Islam ketika akan berkunjung ke sana. Oleh sebab itu muncullah gagasan wisata halal.

Hati-hati jangan salah memaknai wisata halal. Banyak yang salah paham dengan mengatakan bahwa wisata halal artinya setiap yang datang ke sana wajib berjilbab.

Bukan seperti itu, wisata halal adalah konsep wisata yang ramah muslim.

Baca Juga: Islam di Jepang (Sejarah Pertama dan Fakta Menarik di dalamnya)

wisata halal bali

sumber: pixabay

Wacana Bali Menjadi Wisata Halal

Wacana menjadikan Bali sebagai salah satu pusat wiasata halal telah disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio.

Hal tersebut direspon oleh  Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa. Menurut beliau, tidak perlu ada branding seperti wisata halal atau ramah wisman muslim.

Hal tersebut dikarenakan daya tarik pariwisata Bali tidak terlepas dari budaya, adat istiadat dan kesenian. Jadi sebenarnya tanpa harus dibranding dengan embel-embel wisata halal, pulau dewata ini tetap akan dikunjungi oleh setiap wisatawan baik lokal maupun asing.

wisata halal bali

sumber: pixabay

Baca Juga: Umroh Backpacker (Tips Umroh Hemat Budget)

Beberapa fasilitas yang menjadikan Bali sebagai daerah ramah wisatawan Muslim adalah sebagai berikut:

1. Adanya musola atau tempat beribadah untuk sholat

Sudah banyak tempat di Bali yang menyediakan sarana Ibadah untuk umat Islam. Bila kamu menginap di salah satu hotel maka kamu akan sangat mudah menemukan musola tempat beribadah.

Tidak hanya itu, beberapa tempat makan juga menyediakan ruangan untuk beribadah sholat.

2. Makanan halal

Salah satu yang menjadi kekhawatiran wisatawan muslim ketika mengunjungi tempat wisaya yang mayoritas non muslim adalah ketersediaan makanan halalnya.

Agama ini memiliki larangan yang ketat terkait dengan makanan yang diharamkan salah satunya adalah babi. Bila kamu tidak tanya terlebih dahulu bisa-bisa makanan yang kamu hendak makan mengandung babi.

Tetapi bila di Bali kamu tidak perlu khawatir. Ada banyak restaurant muslim di sana yang menghadirkan makanan-makanan halal (no pork food).

Tidak sulit menemukan makanan halal di sana tidak seperti ketika kamu berkunjung ke negeri orang yang mayoritas penduduknya non muslim.

3.  Tidak ada Larangan Menggunakan Pakaian Tertutup 

Bila kamu sangat peduli dengan pakaian yang kamu kenakan yang mana harus menutup aurat maka tidak masalah bila kamu berada di Bali.

Tidak ada satupun larangan yang mengharuskan kamu membuka pakaianmu. Kamu bisa menggunakan pakaian sesyar’i mungkin ketika kamu sedang menikmati wisata di Bali.

Baca Juga: Islam di Spanyol

Penutup

Pada akhirnya wacana untuk menjadikan Bali sebagai destinasi wisata halal masih diperdebatkan dari sisi “brandingnya” menurut pejabat setempat tidak perlu menggunakan branding “wisata halal”, Bali sudah mensupport fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan oleh wisatawan muslim/ah.

Semoga artikel ini bisa menambah wawasanmu terkait wisata halal Bali dan segala fasilitas yang disajikan di sana.

Bila kamu tertarik dengan artikel sejenis ini maka kamu bisa pantau terus artikel yang terdapat di blog Patratour.

 

 

 

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *