wisata halal Aceh
Travel Knowledgebase

Wisata Halal Aceh: Sejarah dan Penghargaan yang Diraih

Serambi mekkah adalah istilah yang dinobatkan untuk suatu daerah di ujung Indonesia yaitu Aceh. Hal itu disebabkan kareana kebudayaan Islam telah merambat seacara masif di daerah ini. Maka adalah wajar bila kemudian Aceh pun memiliki wisata halal Aceh.

Daerah ini dikenal dengan penegakkan hukum syariatnya yang sangat ketat. Lebih ketat dibandingkan daerah-daerah lainnya. Yap itu informasi seputar Aceh secara umum.

Nah, kembali ke topik bahasan yaitu terkait dengan wisata halal yang ada di Aceh.

Munculnya konsep wisata halal di Aceh ini disebutkan sebagai daya tarik para wisatawan untuk datang ke Aceh. Hal ini disebutkan oleh Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dalam awarding night yaitu malam penganugerahan wisata halal sekaligus launching logo brand wisata halal. .

Ia menyebutkan bahwa penerapan syariat Islam di Aceh menjadi kebanggaan dan landasan utama dalam pengembangan brand wisata halal di Aceh.

Beliau menyebutkan bahwa sektor pariwisata bisa menjadi akselerasi perekonomian di Aceh. Hadirnya wisata halal bukan berarti mengesampingkan wisata lain.

Wisata halal merupakan bagian komplementer atas wisata lainnya. Di Aceh sendiri memiliki beberapa tempat wisata. Terhitung jumlah spot wisata di daerah ini adalah sebanyak 978 spot wisata.

Jumlah yang sangat banyak dan bisa memberikan banyak alternatif pilihan untuk berwisata. Jenis-jenis wisata yang direkomendasikan diantaranya:

  1. Wisata bahari,
  2. Wisata alam,
  3. Wisata budaya,
  4. Wisata religius,
  5. Wisata kuliner,
  6. Cagar budaya.

Baca Juga: Wisata Halal Eropa Berikut Destinasinya yang Bisa Dikunjungi

Wisata Halal Aceh

sumber: pexels

Pertama Kali Muncul Istilahnya

Istilah wisata halal diperkenalkan pada saat berlangsungnya World Halal Tourism Summit di Abu Dhabi tahun 2015. Istilah tersebut dimunculkan atas dasar karena ada banyak potensi pangsa pasar muslim yang berwisata ke berbagai tempat.

Kemudian konsep ini diadopsi di Aceh dengan memastikan bahwa  daerah ini segera memperoleh sertifikasi halal terutama bagi pelaku pariwisata di destinasi wisata setempat.

Jadi pada intinya wisata halal dibentuk sebagai bagian dari usaha menyediakan fasilitas yang ramah muslim.

Penghargaan 

Selama berlangsungnya konsep ini, Aceh telah memenangkan setidaknya dua penghargaan.

Pertama, Destinasi Halal terbaik dunia pada Festival World Halal Travel Awards di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada 2016 lalu.

Kedua, Selama dua tahun berturut-turut berhasil meraih prestasi sebagai Destinasi Wisata Halal Unggulan Nasional berdasarkan Standar Indonesia Muslim Travel Index (IMTI).

Mendapatkan penghargaan-penghargaan tersebut mendorong pemerintah di Aceh untuk masif mengkampanyekan istilah ini. Mereka memilih tagline yaitu, “The Light of Aceh” (Cahaya Aceh).

Tagline atau campaign ini akan terus dipasarkan dalam cakupan internasional sehingga mengundang banyak wisatawan luar negeri muslim yang datang.

Apakah kamu juga tertarik datang berwisata di Aceh?

Baca Juga: Wisata Halal Bali (Konsep dan Strategi Membranding Wisata Halal Bali)

Wisata Halal Aceh

sumber: pexels

Perkembangan Saat Ini

Supaya pelayanan di sektor pariwisata semakin baik, pemerintah setempat mencoba untuk memanfaatkan teknologi informasi semaksimal mungkin.

Pemerintah akan berusaha membuat platform digital wisata halal di Aceh agar wisatawan dapat mengakses dan mengetahui apa saja tempat wisata ramah muslim yang dapat mereka kunjungi.

Baca Juga: Islam di Jepang (Sejarah dan Fakta Menarik di Dalamnya)

Penutup

Demikian penjelasan tentang wisata halal Aceh. Semoga penjelasan ini dapat memberikan gambaran kepadamu terkait dengan pariwisata yang berkonsep halal.

Bila kamu tertarik dengan artikel sejenis ini maka kamu bisa pantau terus artikel yang terdapat di blog Patratour.

 

 

 

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *